Block [header] not found!
enfrdeitptrues

Uncategorised
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Sejak ditetapkannya sebagian Pulau Karimun Besar menjadi Kawasan PBPB Karimun pada tahun 2008-2009, jumlah perusahaan yang berinvestasi di kawasan ini terus mengalami peningkatan sampai dengan akhir tahun 2018 sesuai dengan bidang usahanya.
Pertumbuhan jumlah perusahaan yang berinvestasi di K-PBPB Karimun setiap tahunnya mulai dari tahun 2009 sampai dengan 2018. jumlah perusahaan yang berinvestasi di Kawasan PBPB Karimun pada tahun 2017 berjumlah 197 perusahaan dan pada tahun 2018 berjumlah 207 perusahaan. Dari 207 perusahaan sebanyak 158 perusahaan yang masih beroperasi (perizinan yang masih aktif) dan 49 perusahaan belum memperpanjang izin operasionalnya. Perusahan ini sebagian besar merupakan sub-kontraktor perusahaan besar seperti PT. Saipem yang telah menyelesaikan pekerjaannya pada tahun 2016-2017.

Tabel Daftar Perusahaan tahun 2018
Pada umumnya penambahan perusahaan yang berinvestasi di Kawasan PBPB Karimun setiap tahunnya masih didominasi oleh bidang usaha yang sama, yakni pada bidang usaha perdagangan yang mendukung perusahaan industri besar yang masih dalam proses kontruksi seperti PT. Grace Rich Marine.
Selain itu peningkatan jumlah perusahaan yang berinvestasi di Kawasan PBPB Karimun menunjukkan perkembangan yang positif bagi pertumbuhan nilai investasi itu sendiri, dimana jumlah investasi di kawasan ini menunjukkan adanya peningkatan dari tahun ke tahun baik yang berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun yang berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Pada tahun 2018 terlihat adanya kenaikan nilai investasi yang berasal dari PMDN, yakni dari Rp. 7.980.626.907.000,- meningkat menjadi Rp. 8.666.908.664.575,- . Begitu juga dengan nilai investasi yang berasal dari PMA menunjukkan adanya kenaikan, yakni dari Rp. 16.432.301.622.000,- meningkat menjadi Rp. 17.012.086.703.000,-.

Tabel Realisasi Investasi Di Karimun

Pada tahun anggaran 2018 BP Karimun telah melaksanakan berbagai kegiatan yang dikelompokkan dalam beberapa bidang kegiatan yang dibiayai dengan dana APBN, yakni :

  1. Perencanaan jalan di KPBPB Karimun;
  2. Pemeliharaan, Peningkatan, dan Pembangunan Jalan dan Jembatan di KPBPB Karimun;
  3. Promosi Dagang, Industri dan Investasi BP Karimun;
  4. Monitoring dan Evaluasi Perkembangan Perizinan, Penanaman Modal, dan Ketenagakerjaan di KPBPB Karimun;
  5. Monitoring Pengelolaan Limbah Industri di KPBPB Karimun;
  6. Pembangunan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) BP Karimun;
  7. Sinkronisasi dan Verifikasi Rencana dan Program BP Karimun;
  8. Penyusunan Draf Standar Operasional Prosedur (SOP) di BP Karimun;

Perencanaan jalan di KPBPB Karimun

Pelaksanaan kegiatan ini berupa kegiatan survey lapangan untuk menetapkan titik kordinat panjang dan luas jalan yang akan dibangun. Disamping itu dilaksanakan juga pengurusan izin pinjam pakai kawasan hutan yang terkena dalam kegiatan pembangunan jalan di KPBPB Karimun (Jalan Pesisir Selatan dan Jalan Pesisit Utara). Pembangunan jalan yang dimaksud bertujuan untuk mengintegrasikan seluruh kawasan industri yang ada di KPBPB Karimun dengan pelabuhan bongkar muat Parit Rampak dan Pelabuhan Malarko.

Monitoring dan Evaluasi Perkembangan Perizinan, Penanaman Modal, dan Ketenagakerjaan di KPBPB Karimun

Kegiatan ini dilaksanakan dengan melakukan kunjungan ke perusahaan-perusahaan untuk memperoleh data dan informasi terkait dengan jangka waktu perizinan, perubahan modal investasi, jumlah tenaga kerja yang terserap baik tenaga kerja lokal/domestik maupun tenaga kerja asing, serta kendala-kendala yang dihadapi perusahaan selama beroperasional di KPBPB Karimun. Kegitan moitoring dan evaluasi ini laksanakan dengan metode wawancara langsung di lapangan/perusahaan.

Monitoring Pengelolaan Limbah Industri di KPBPB Karimun

Kegiatan monitoring pengelolaan limbah dilakukan dengan mengunjungi dan mengobservasi langsung ke perusahaan-perusahaan yang terkait dengan penyimpanan dan pengelolaan limbah industri baik dengan menggunakan sistem Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) maupun dengan sistem  Reuse, Reduce, dan Recycle (3R) di KPBPB Karimun. Hasil monitoring akan disampaikan kepada instansi   terkait /  berwenang   sebagai   bentuk  koordinasi  dengan  pemerintah daerah setempat yakni Dinas Kebersihan, dan Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun.