Berita Bisnis
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

BP Karimun-Batam; Kamis (20/2) lalu, BP Karimun ikut serta dalam kegiatan “Bimbingan Teknis System Registered Exportir for The European Union Generalized

System of Preferences (REX GSP EU)”, yang diselenggarakan oleh Direktorat Fasilitasi Ekspor dan Impor Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Ditjen Daglu) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dengan kerja sama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, di The BCC Hotel and Residence, Batam.

Pembukaan dan sambutan acara oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau, dan Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Kemendag RI, Johni Martha. Menghadirkan 3 (tiga) orang narasumber dari Dirjen Bea dan Cukai RI Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Hembrand Dita Adinugraha, dengan materinya Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Ekspor, dan dari Ditjen Daglu Kementerian Perdagangan RI, Sri Bimo Adi Yudono dan Suci Maharani, dengan materinya masing-masing ROO (Rules of Origin) GSP-EU dan Origin Declaration/Deklarasi Asal Barang berdasarkan Permendag nomor 111 Tahun 2018.

Generalized System of Preferences European Union (GSP EU) pada dasarnya merupakan bentuk bantuan yang diberikan Uni Eropa kepada negara-negara berkembang dalam bentuk  penghapusan dan/atau pengurangan bea masuk produk dalam skema ekspor untuk tujuan negara Uni Eropa. Sementara sistem REX (Registered Exporter) adalah sistem sertifikasi mandiri pada skema GSP EU oleh Eksportir Teregistrasi (ER), dimana nantinya ER dapat membuat Deklarasi Asal Barang (DAB) atau Statement of Origin secara mandiri (self assessment) tanpa melalui Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) dan bertanggung jawab penuh atas penggunaan nomor REX-nya masing-masing.
 
Mulai 1 Juli 2020 Deklarasi Asal Barang/Statement of Origin mulai diberlakukan secara efektif dan Surat Keterangan Asal (SKA) form A GSP EU tidak lagi bisa digunakan (khusus untuk eskpor ke negara Uni Eropa). Eksportir produk ke Uni Eropa yang ingin mendapatkan preferensi wajib terdaftar melalui sistem REX untuk menjadi Eskportir Terdaftar (ER).

Peserta bimtek kali ini dikhususkan untuk regional Pulau Sumatera yang terdiri dari  Instansi-instansi penerbit SKA, pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Bebas (FTZ) serta beberapa perusahaan yang merupakan eksportir khusus ke negara Uni Eropa. (y/m)