Sidebar

19
Wed, Jun

BP Karimun-Surabaya; 21 s/d 23 November 2018 lalu ,BP Karimun berpartisipasi dalam event pameran INAMARINE 2018 - Surabaya, “the 2nd Eastern Indonesia International Maritime & Offshore

Read more: INAMARINE 2018 - Surabaya

BP Karimun-Jakarta; 16 November 2018 lalu, BP Karimun berpartisipasi dalam kegiatan promosi dagang, Industri dan investasi yang merupakan bagian dari program Joint

Read more: Joint Investment Promotion 2018

BP Karimun-Singapore; Selasa (26/2) 2019, BP Karimun menghadiri acara “Roundtable Dialogue Session with BP Batam Authorities”, yang diselenggarakan bersama

Read more: ROUNDTABLE DIALOGUE SESSION

BP Karimun-Singapura; 27 s/d 31 Agustus 2018 lalu, BP Karimun kembali berpartisipasi dalam kegiatan Capacity Development (Capdev), yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator

Read more: CAPACITY DEVELOPMENT BBK 2018

Berita Lokal
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Karimun; Kabupaten Karimun terus menjadi perhatian pelaku-pelaku investasi berkantong tebal. Kali ini investor mengincar Pulau Karimun Anak sebagai tempat menanamkan investasi mereka. Tidak tanggung-tanggung, nilai investasi yang siap dikucurkan berada di angka triliunan rupiah.

Bupati Karimun, Nurdin Basirun membenarkan kabar bahagia tersebut. Hanya saja Nurdin masih terlihat malu-malu membeberkan nama-nama investor yang berencana berinvestasi di Pulau Karimun Anak tersebut. Nurdin hanya menyebutkan Pulau tersebut diincar oleh beberapa investor dalam dan luar negeri.

"Benar, tapi siapa mereka, nanti saja, tak etis nanti jadi beban bagi mereka. Yang jelas, bukan satu pengusaha saja tapi ada beberapa dengan nilai investasi triliunan rupiah. Rencananya untuk investasi di sektor jasa," ujar Nurdin, Senin (8/10).

Nurdin juga mengatakan pihaknya menawarkan satu pulau penuh tapi tampaknya para investor tersebut lebih memilih melakukan reklamasi di sekitar bibir pantai. Nurdin mengaku sah-sah saja dengan keinginan investor tersebut mengingat tidak akan mengganggu Pulau Karimun Anak secara keseluruhan.

"Satu pulau oke, separuh juga oke tapi tampaknya mereka lebih suka lakukan reklamasi, kenapa, hanya merekalah yang tau secara ekonomis nya," kata Nurdin. Jika reklamasi terjadi, Nurdin memperkirakan para pengusaha tersebut akan menggunakan pasir dalam laut. Nurdin mengaku hal tersebut tak menjadi masalah, malah akan sangat membantu daripada sektor pendalaman alur di sekitar Pulau Karimun Anak dengan sendirinya.

Nurdin juga mengupayakan memberikan pengertian kepada masyarakat terutama nelayan yang menjadikan perairan Pulau Karimun Anak sebagai lokasi penangkapan ikan mereka. Dengan catatan, ada pendataan resmi berapa jumlah sebenarnya masyarakat nelayan yang menggantungkan hidupnya di perairan Pulau Karimun Anak tersebut. "Masalah kompensasi itu sudah menjadi budaya bangsa kita ya, untuk pembangunan memang dibutuhkan pengorbanan," tutup Nurdin. (Sumber:Tribun Batam)