Berita Lokal
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

 

Tanjung Balai Karimun : Keterbatasan sarana infrastruktur masih menjadi penghambat dalam mengembangkan Free Trade Zone di wilayah Karimun. Hal ini disampaikan oleh Bupati Karimun, H. Nurdin Basirun, Beliau menyebutkan beberapa sarana infrastruktur penting yang belum tersedia di wilayah FTZ Karimun di antaranya belum adanya Pelabuhan Peti Kemas dan Bandara Udara yang memadai yang berfungsi mendorong pertumbuhan industri.

Pelabuhan Malarko di Desa Pongkar yang ditargetkan sebagai pelabuhan peti kemas bertaraf Internasional masih dalam tahap pembangunan. Pembangunannya terus digesa sejak beberapa tahun ini dengan menggunakan anggaran dari pemerintah pusat. Saat ini, realisasi pembangunan mega proyek itu baru mencapai 50%.

 

 

Kemudian Bandara Udara  yang melayani penerbangan komersial juga menjadi kendala dalam mempercepat akses transportasi yang merupakan sesuatu yang sangat penting bagi investor. Bandara Sei Bati juga sedang dibangun dengan anggaran dari pusat. Saat ini, masih dalam penimbunan untuk perpanjangan landasan pacu.

 

 

Jika sejumlah infrastruktur tersebut selesai dalam dua tahun ke depan, Bupati optimistis pengembangan investasi di Karimun akan menjadi lebih pesat.