Block [header] not found!
enfrdeitptrues

BP Karimun-Singapura; 18 s/d 23 Oktober 2019 lalu, BP Karimun berpartisipasi dalam kegiatan Case Based Capability Development tahun 2019 dengan tema “Business

Read more: CAPDEV 2019

BP Karimun-Kuala Lumpur; 4 Juli 2019 lalu, BP Karimun menyelenggarakan kegiatan Promosi Dagang, Industri dan Investasi Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan

Read more: The 4th Investment Forum

BP Karimun-Osaka; 25 s/d 28 Juni 2019 lalu, BP Karimun berpartisipasi dalam acara "Japan Indonesia Business Forum (JIBF) 2019" yang merupakan rangkaian kegiatan

Read more: JAPAN INDONESIA BUSINESS FORUM 2019

BP Karimun-Singapore; 19 Juni 2019 lalu, BP Karimun dengan kerjasama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura menyelenggarakan kegiatan promosi dagang,

Read more: Karimun Investment Meeting & Gala Dinner 2019

Berita Lokal
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

 

Tanjung Balai Karimun : Keterbatasan sarana infrastruktur masih menjadi penghambat dalam mengembangkan Free Trade Zone di wilayah Karimun. Hal ini disampaikan oleh Bupati Karimun, H. Nurdin Basirun, Beliau menyebutkan beberapa sarana infrastruktur penting yang belum tersedia di wilayah FTZ Karimun di antaranya belum adanya Pelabuhan Peti Kemas dan Bandara Udara yang memadai yang berfungsi mendorong pertumbuhan industri.

Pelabuhan Malarko di Desa Pongkar yang ditargetkan sebagai pelabuhan peti kemas bertaraf Internasional masih dalam tahap pembangunan. Pembangunannya terus digesa sejak beberapa tahun ini dengan menggunakan anggaran dari pemerintah pusat. Saat ini, realisasi pembangunan mega proyek itu baru mencapai 50%.

 

 

Kemudian Bandara Udara  yang melayani penerbangan komersial juga menjadi kendala dalam mempercepat akses transportasi yang merupakan sesuatu yang sangat penting bagi investor. Bandara Sei Bati juga sedang dibangun dengan anggaran dari pusat. Saat ini, masih dalam penimbunan untuk perpanjangan landasan pacu.

 

 

Jika sejumlah infrastruktur tersebut selesai dalam dua tahun ke depan, Bupati optimistis pengembangan investasi di Karimun akan menjadi lebih pesat.