Berita Lokal
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

Tanjung Balai Karimun : Setelah Korea Consultants International yang rencananya membidik bidang investasi kelistrikan di pulau Karimun, Karimun kembali dikunjungi investor yang ingin menanamkan modalnya di bidang kelistrikan, yaitu PT. Bintan Power Plant. Setelah melakukan survei di wilayah pulau Karimun, PT. Bintan Power Plant mengemukakan hasil survei awalnya di hadapan pengusaha yang ada di Karimun bertempat di gedung Badan Pengusahaan Karimun (3/2/2010).

Rencananya PT. Bintan Power Plant akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batubara berkalori rendah. Perusahaan yang akan terlibat langsung dalam pembangunan PLTU Karimun ini diantaranya mengikutsertakan investor asal Korea yaitu KOSEP, STX ENERGY, GS EPS dan KDB.


Jangka waktu pengerjaan proyek diperkirakan mencapai 30 bulan yang meliputi : Studi Kelayakan, Engineering, Pengadaan dan Konstruksi serta Pengetesan kelaikan Operasi. Disela acara pemaparan hasil survei tersebut, PT. Bintan Power Plant juga meminta kepada seluruh pengusaha yang hadir agar dapat memberikan gambaran umum tentang daya yang dibutuhkan oleh masing-masing perusahaan untuk menunjang kegiatan di perusahaan tersebut.

Dalam tahap awal, rencana investasi dikhususkan bagi dunia industri, tetapi tidak tertutup kemungkinan bisa melebar sebagai konsumsi masyarakat umum mengingat masih belum normalnya daya listrik yang berada di Kab. Karimun. Total biaya investasi diperkirakan mencapai Rp. 1.500.000.000.000 dan direncanakan akan dibangun Gardu Induk sistem 70KV/20KV yang meliputi : Gardu Induk disekitar PT. Saipem Indonesia, Gardu Induk Poros/PLN dan Gardu Induk Pongkar.