Berita Lokal
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

BP Karimun-Batam; 15 Mei lalu, BP Karimun menghadiri acara “Focus Group Discussion tentang Pembebasan Cukai Hasil Tembakau di Free Trade Zone (FTZ)”, yang

diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia Komite Pengawas Perpajakan di Aula Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.

Pada acara Focus Group Discussion (FGD) tersebut yang juga dihadiri oleh Direktur Penindakan dan Fasilitas Cukai Dirjen Bea dan Cukai RI, KPU Bea dan Cukai Batam, BP Batam, BP Bintan dan Tanjungpinang, Ketua Komite Pengawasan Perpajakan menyampaikan dasar hukum, tugas dan fungsi serta kewenangannya dan menyampaikan pandangannya tentang perlunya dilaksanakan FGD Pembebasan Cukai Hasil Tembakau di Free Trade Zone karena adanya potensi kehilangan pemasukan negara yang cukup besar.

Direktur Fasilitas Cukai juga menyatakan hal yang sama dan menambahkan belum efektifnya kerjasama di bidang pengawasan anatar Dirjen Bea dan Cukai dengan Badan Pengusahaan Kawasan Bebas terhadap barang kena cukai yang mendapatkan pembebasan cukai untuk konsumsi penduduk di Kawasan Bebas (FTZ) sehingga masih banyak terjadinya perembesan.

BP Karimun pada kesempatan tersebut memberikan saran agar tata cara penghitungan kuota barang kena cukai (tembakau) segera dirumuskan sehingga dapat menjadi pedoman dan rujukan masing-masing BP Kawasan dalam menetapkan kuota di masa akan datang. (y/m)