Block [header] not found!
enfrdeitptrues

BP Karimun-Singapura; 18 s/d 23 Oktober 2019 lalu, BP Karimun berpartisipasi dalam kegiatan Case Based Capability Development tahun 2019 dengan tema “Business

Read more: CAPDEV 2019

BP Karimun-Kuala Lumpur; 4 Juli 2019 lalu, BP Karimun menyelenggarakan kegiatan Promosi Dagang, Industri dan Investasi Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan

Read more: The 4th Investment Forum

BP Karimun-Osaka; 25 s/d 28 Juni 2019 lalu, BP Karimun berpartisipasi dalam acara "Japan Indonesia Business Forum (JIBF) 2019" yang merupakan rangkaian kegiatan

Read more: JAPAN INDONESIA BUSINESS FORUM 2019

BP Karimun-Singapore; 19 Juni 2019 lalu, BP Karimun dengan kerjasama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura menyelenggarakan kegiatan promosi dagang,

Read more: Karimun Investment Meeting & Gala Dinner 2019

Berita Lokal
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

BP Karimun-Karimun; Selasa (24/01), BP Karimun memfasilitasi penyelenggaraan "Focus Group Discussion (FGD) PT. Oiltanking Karimun" seputar permasalahan

Investasi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Karimun, di Hotel Aston, Tanjung Balai Karimun.

Forum yang melibatkan Dinas dan instansi vertikal terkait, antara lain: Bea dan Cukai, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Karimun (DPMPTSP) dan pajak ini, selain sebagai wadah pertemuan dan diskusi juga bertujuan sebagai ajang untuk bersilaturahmi diantara pihak-pihak yang terkait.

President Director PT. Oiltanking Karimun (PT. OTK), Snehasish Chatterjee, menyampaikan bahwa sebagai tempat penyimpanan independen, PT. OTK bermaksud untuk memperluas cakupan investasinya dengan membangun 730.000 m3 tangki penyimpanan di area FTZ Karimun, sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para client perusahan tersebut yang sebagian besarnya adalah perusahaan berbasis asing.

Dalam kesempatan yang sama, beliau juga menyatakan kekhawatirannya menyangkut beberapa aspek dari peraturan yang berlaku saat ini yang belum sepenuhnya mendukung konsep bisnis perusahaan Oil & Gas tersebut, seperti keharusan PT. Pertamina membuka cabang di FTZ Karimun dan pembayaran pajak dan bea lain-lain yang harus diselesaikan sebelum barang diangkut. Sementara di Singapura pemberlakuannya adalah pembayaran pajak dan lain-lain dilakukan setelah barang tiba di pelabuhan Indonesia.

Sebagai pengelola Kawasan FTZ yang peduli, BP Karimun memberikan saran dan masukan serta menyatakan kesediaannya untuk membantu PT. OTK dalam mengatasi hambatan-hambatan yang mengganggu kelancaran proses investasi tersebut, termasuk koordinasi dengan Kantor Pajak dan Bea dan Cukai. (y/m)